Berbisnis Adalah Sunnatullah

Berdagang atau bahasa kerennya sekarang berbisnis secara umum merupakan Sunatullah. Siapa Nabi Muhammad saw ? Dia seorang pebisnis. Siapa K.H Ahmad dahlan pendiri organisasi muhamadiyah? beliau juga seorang pebisnis.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa

قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ قَالَ « عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ »

“Ada yang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seorang laki-laki dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (diberkahi).” (HR. Ahmad, Ath Thobroni, dan Al Hakim. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Begitu mulianya bekerja sebagai pebisnis sampai sampai rasulullah saw mengatakan sebagai mata pencaharian yang paling baik.

Hal lain yang menunjukkan keutamaan menjadi seorang pebisinis adalah sebuah hadist yang berbunyi

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari no. 2076)

Orang yang berbisnis dengan mudah (jujur) didoakan rasulullah untuk mendapatkan rahmat dari Allah swt.

Dalam berbisnis kita bisa menguasai roda ekonomi dan bisa membangun masyarakat islami, dengan berbisnis kemungkinan anda mendapatkan uang lebih dari para pekerja kantoran juga besar. di 100 atau 1000 orang terkaya di dunia adakah yang merupakan kawan kantoran? tidak ada karena semuanya merupakan pebisnis.

Sayangnya banyak orang di indonesia khususnya jawa tabu dengan para pebisnis. Mereka merasa menjadi pebisnis (saat belum sukses tentunya) merupakan pekerjaan hina.

Berapa banyak orang tua yang berkata “Nak, kamu nanti kerja dikantor saja”

Pemikiran yang terkotak atau mindset yang terblok ini menjadi pembatas dalam berkreasi. Kita telah didoktrin, bahwa setelah seselai kuliah harus bekerja di perusaan atau jadi orang kantoran. Wah, tidak apa apa kalau anda mampu masuk ke kantor atau perusahaan, sih. Itu pun rejeki dari Allah swt, dan harus diterima dengan bersyukur, karena masih banyak saudara kita yang menganggung. Dengan catatan pekerjaan tersebut halal secara hukum islam.

Tapi manakah yang memberikan kemaslahatan umat yang lebih banyak? makanah yang memberikan anda kesempatan untuk lebih banyak bersedekah di jalan Allah? Inginkah anda memberikan pengjidupan berupa pekerjaan kepada orang yang lebih banyak?

Apakah anda tidak berminat seperti Nabi Muhammad saw, di saat beliau sudah mapan dengan bisnisnya, kemudian beliau mengembangkan kemaslahatan umat? Tidak kah anda ingin seperti usman bin affan yang dijamin masuk surga karena sedekahnya?

Sebuah pertimbangan yang harus matang, yang akan anda lakukan dalam transformasi hidup dari orang kantoran. Atau apakah anda seorang pengangguran yang ingin menjadi pebisnis? Saya mendukung dan berapresiasi kepada anda sebagai seorang yang memiliki jiwa besar mengambil resiko yang sangat tinggi demi rezeki yang banyak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *