Benarkah Hukum Sholat Berjamaah Di Masjid itu Wajib?

Sholat BerjamaahPada saat ini sedang berkembang opini bahwa sholat berjamaah itu hukumnya wajib, dan mengatakan bahwa bagi yang tidak menjalankan sholat lima waktu berjamaah itu merupakan pendosa. Para ulama memang ada yang mengatakan bahwa sholat berjamaah itu wajib hukumnya. Walau begitu ada juga para ulama yang mengatakan bahwa sholat berjamaah itu hukumnya sunah muakkad maupun fardu khifayah berikut akan saya paparkan ulama besar mana saja yang berpendapat wajib, fardu khifayah dan yang berpendapat sunah berikut dasar dasar mereka.

 1. Sholat Berjamaah itu Fardu Khifayah

Sholat berjamaah dikatakan fardhu kifayah maksudnya adalah bila sudah ada yang menjalankannya, maka gugurlah kewajiban yang lain untuk melakukannya. Tetapi jika belum ada yang menjalankan sholat berjamaah maka berdosalah semua orang yang ada disitu. Hal ini dikarenakan sholat berjamaah merupakan syiar agama islam.

Imam Abu Hanifah  merupakan imam yang berpendapat bahwa sholat berjamaah itu hukumnya fardu khifayah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Habirah dalam kitab Al-Ifshah jilid 1 halaman 142.

Dalil yang menjadi dasar mereka mengapa mengatakan bahwa sholat berjamaah itu hukumnya Fardu Khifayah adalah 3 hadist berikut ini

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. (HR Muslim 650, 249)

Dari Abi Darda` ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah 3 orang yang tinggal di suatu kampung atau pelosok tapi tidak melakukan shalat jamaah, kecuali syetan telah menguasai mereka. Hendaklah kalian berjamaah, sebab srigala itu memakan domba yang lepas dari kawanannya.” (HR Abu Daud 547 dan Nasai 2/106 dengan sanad yang hasan)

Dari Malik bin Al-Huwairits bahwa Rasulullah SAW, `Kembalilah kalian kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka shalat dan perintahkan mereka melakukannya. Bila waktu shalat tiba, maka hendaklah salah seorang kalian melantunkan azan dan yang paling tua menjadi imam.(HR Muslim 292 – 674).

Imam An Nawawi dalam kitab Raudhatut Thalibin mengatakan bahwa : “Salat jamaah itu itu hukumnya fardhu `ain untuk salat Jumat. Sedangkan untuk salat fardhu lainnya, ada beberapa pendapat. Yang paling shahih hukumnya adalah fardhu kifayah, tetapi juga ada yang mengatakan hukumnya sunnah dan yang lain lagi mengatakan hukumnya fardhu `ain.”

2. Sholat Berjamaah itu Wajib (Fardu ain)

Ulama yang berpendapat bahwa sholat berjamaah itu wajib hukumnya adalah  Atho` bin Abi Rabah, Al-Auza`i, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban, dan mayoritasulama ulama Al-Hanafiyah dan mazhab Hanabilah lainnya .

Mereka berpendapat demikian karena berpegang pada hadist

“Demi Dzat yang jiwaku yang ada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan sholat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhori)

“Wahai Rosululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rosululloh untuk tidak sholat berjama’ah dan agar diperbolehkan sholat di rumahnya. Kemudian Rosululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu telah beranjak, Rosululloh memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?”, Ia menjawab, “Ya”, Rosululloh bersabda, “Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR. Muslim).

Selain 2 hadist diatas ada pula firman allah dalam surat Al Baqoroh ayat 43 yang artinya “Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’ (dalam keadaan berjamaah).” (Al Baqoroh: 43).

Sahabat besar Ibnu Mas’ud rodhiyallohu’anhu mengatakan bahwa orang orang yang tidak berjamaah itu merupakan seorang munafik, ia berkata : “Telah kami saksikan (pada zaman kami), bahwa tidak ada orang yang meninggalkan sholat berjama’ah kecuali orang munafik yang telah diketahui kemunafikannya atau orang yang sakit”.

3. Sholat Berjamaah Adalah Sunnah Muakad

Pendapat  bahwa sholat berjamaah itu adalah sunnah muakad didukung oleh sebagian ulama mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah. Salah satunya adalah Imam As-Syaukani dalam kitab karangannya berjudul Nailul Authar jilid 3 halaman 146. Ia mengatakan bahwa pendapat yang paling tengah dalam masalah hukum shalat berjamaah adalah sunnah muakkadah. Sedangkan pendapat yang mengatakan bahwa hukumnya fardhu `ain, fardhu kifayah atau syarat syahnya shalat, tidak bisa diterima.

Dalil yang digunakan para ulama yang berpendapat demikian ini adalah 2 hadist dibawah ini

Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, `Shalat berjamaah itu lebih utama dari shalat sendirian dengan 27 derajat. (HR Muslim 650, 249)

Dari Abi Musa ra berkata bahwa Rasulullah SAw bersabda, `Sesungguhnya orang yang mendapatkan ganjaran paling besar adalah orang yang paling jauh berjalannya. Orang yang menunggu shalat jamaah bersama imam lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur. (lihat Fathul Bari jilid 2 halaman 278)

Kesimpulan

Silahkan anda pikirkan baik baik tentang masalah hukum sholat berjamaah ini. Kami sendiri lebih berpendapat bahwa sholat berjamaah di masjid itu hukumnya Fardu ain (Wajib) hal ini dikarenakan agar kita lebih berhati hati  dan tidak sampai terjerumus dalam dosa yang tidak kita sadari.

Sekian dari saya semoga artikel ini menambah pemahaman anda, wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *