Tata Cara dan Manfaat Sholat Tasbih

Asslamualaikum wr wb

Pada sehat semua kan ? Mari kita ucapkan puji syukur kepada Allah swt karena kita masih diberi nikmat sehat, nikmat iman dan nikmat nikmat lainnya. Pada kesempata kali ini saya akan membahas tentang Sholat Tasbih, tata cara dan manfaatnya.

Ada beberapa pertentang oleh beberapa ulama tentang sholat sunah tasbih ini dimana. Ada yang mengatakan bahwahadits-hadits shalat tasbih dapat dijadikan hujjah (yang tercakup di dalamnya hadits shahih dan hasan) dan dapat diamalkan.  tetapi ada pula yang menyatakan yang menyatakan bahwa hadits-hadits shalat tasbih tidak dapat dijadikan hujjah (yang tercakup di dalamnya hadits dha’if dengan segala jenisnya dan maudhu‘) dan tidak boleh diamalkan.

Walau begitu beberapa ulama besar seperti Muslim (261 H), Abu Dawud (275 H), al-Hakim (405 H) dan al-Khathib al-Baghdadi (463 H)  berpendapat bahwa sholat sunah tasbih ini dapat amalkan.

Barangsiapa melaksanakannya, maka akan mendapatkan ampunan dari seluruh dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sholat sunah tasbih dilakukan dalam empat rekaan. Bisa dilakukan setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali bahkan selama hidup sekali. Seperti yang disebutkan dalam hadist rasulullah saw yang artinya :

“Wahai pamanku Abbas, maukah menerima sekiranya aku memberi suatu hadiah kepadamu? Aku telah mengerjakan sepuluh perkara yang apabila engkau mengerjakannya pula, maka Allah akan mengampuni dosa-dosamu, baik yang terdahulu maupun yang akan datang, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, dan yang rahasia maupun yang terang-terangan. Sepuluh perkara itu adalah: Hendaklah engkau mengerjakan salat empat rakaat, yang setiap rakaatnya membaca Surah al-Fatihah dan disertai surah yang lain. Ketika selesai membaca surah pada rakaat pertama, sedangkan engkau masih dalam keadaan berdiri, bacalah tasbih: Subhanallahi walhamdu lillahi wa la ila ha illalahu wallahu akbar sebanyak lima belas kali. Ketika rukuk, bacalah tasbih sepuluh kali. Kemudian bangkit dari rukuk (iktidal), lantas bacalah tasbih sepuluh kali, lalu sujud. Ketika dalam keadaan sujud, bacalah tasbih sepuluh kali. Lalu duduk, dan ketika duduk di antara dua sujud, bacalah tasbih sepuluh kali. (Ketika sujud yang kedua, bacalah tasbih sepuluh kali). Dan ketika bangkit dari sujud (ketika berdiri pada rakaat berikutnya sebelum membaca surah al-Fatihah), bacalah tasbih sepuluh kali. Demikianlah engkau lakukan, hingga setiap rakaatnya membaca tujuh puluh lima kali bacaan tasbih, dan engkau lakukan dalam empat rakaat. Apabila engkau mampu mengerjakannya setiap hari, maka lakukanlah. Tetapi bila tidak mampu, maka kerjakanlah satu kali dalam seminggu, pada setiap hari jum’at. Apabila tidak mampu, maka setiap bulan sekali. Bila tidak mampu, maka setiap tahun sekali. Dan apabila masih belum mampu melaksanakan setahun sekali, maka lakukanlah satu kali selama hidupmu.” (H.R Abu Dawud, Ibnu majah dan ibnu Khuzaimah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas)

Dalam riwayat lain diterangkan bahwa sahabat Anas bin malik telah menegaskan bahwa “Pada suatu pagi Umu Sulaim berangkat menghadap Rasulullah, lantas berkata : “Ya Rasulullah,  ajarilah aku beberapa kalimat yang dapat aku baca dalam sholatku.” Lalu Rasulullah bersabda : “Bertakbirlah sepuluh kali, bertasbihlah sepuluh kali dan bertahmidlah sepuluh kali, kemudian mohonlah kepada Allah apa saja yang engkau kehendaki.”Lantas Rasulullah melanjutkan nasihatnya dengan bersabda tentu engkau meraih kebahagiaan di dunia dan Akhirat.” (HR, Ahmad dan Tirmidzi dari Anas Bin Malik)

Jadi Tata cara Sholat sunah tasbih adalah sholat empat rakaat sebagaimana yang biasa kita lakukan. Hanya saja setelah bacaan surat Al fatihah dan surat yang lain, dilanjutkan dengan membaca tasbih sebanyak lima belas kali. Demikian pula dengan ruku’ i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud yang kedua dan ketika berdiri pada rekaat berikutnya sebelum membaca surat Al Fatihah, diperintahkan membaca tasbih masing masing sepuluh kali. Dan pada rekaat yang terakhir ketika duduk tasyahud sebelum membaca bacaan tahiyat, lebih dahulu diperintahkan membaca tasbih sepuluh kali hingga jumlah keseluruhannya dalam satu rekaat membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali. Berarti kalau empat rekaat, maka dalam pelaksanaan sholat sunah tasbih ini dibaca sebanyak tiga ratus kali tasbih. Dan itulah hingga mengapa dinamakan sholat sunah tasbih.

Sholat sunah tasbih bisa dilakukan empat rekaat satu kali salam,yang tentu saja disertai tasyahud awal. Dan bisa pula dilakukan dua rakaat salam dua rekaat salam, lebih lebih bila dilakukan pada malam hari. Hal ini didasarkan pada perintah Rasulullah bahwa sholat sunah malah adalah dua rekaat dua rekaat.

Sekiranya itu saja pembahasan mengenai sholat sunah tasbih ini, semoga menambah pengetahuan kita bersama.

Semoga kita semua senantiasa dilindungi dari tipudaya setan yang terkutuk

amin.

Walaikum salam wr wb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *