Dosa Riba Lebih Besar Daripada Dosa Berzina

riba dosaTentu kita semua tahu bahwa dosa zina itu sangat besar, hingga menurut rasulullah dosa akibat berzina ini ada tiga semasa di dunia dan
tiga lagi di akhirat.

Sabda Rasulullah SAW: Berhati-hatilah kamu tentang zina. Sesungguhnya pada zina itu ada enam (6) hukuman. Pertama Tiga semasa di dunia, kedua tiga lagi di akhirat.

Balasan yang akan menimpa seorang pezina selama di dunia, yaitu:

  1. Cahaya muka menjadi redup bahkan lenyap
  2. Umur semakin berkurang
  3. Menjadikan seseorang berkecimpung dalam kemiskinan yang kekal

Sedangkan Balasan yang akan menimpa seorang pezina di akhirat kelak yaitu:

  1. Mendapat murka Allah SWT
  2. Proses penghisaban amal pernuatan selama di dunia sangat buruk
  3. Mendapat siksaan api neraka

Masyallah sangat mengerikan bukan ? Tetapi tahukah anda bahwa ada perbuatan yang mungkin masih kita anggap sepele tetapi memiliki dosa yang lebih dari berzina ?

Perbuatan itu adalah Riba. Tahukah anda seberapa besar dosa riba itu? Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali” (HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Masyallah besar sekali dosanya, sehingga 1 dirham saja dosanya 36 x lebih besar daripada. Yang jadi pertanyaan masihkah kita memakan bunga (riba) di tabungan di bank kita ? Ataukah jangan jangan malah pernah meminjamkan uang ke seseorang dan meminta si peminjam untuk mengembalikan uang secara berlebih. Astagfirullah dosa kita begitu besar ternyata 1 Dirham uang yang kita makan 36 x dosanya daripada zina.

Jika kita pernah melakukan hal itu marilah kita bertaubat, karena hanya dengan bertaubat kepada Allah swt dan berjanji untuk tidak mengulanginya maka dosa kita bisa dimaafkan oleh Allah swt.

Lalu bagaimana caranya agar kita tidak terjerat oleh dosa riba mengingat begitu pentingnya bank untuk bisa melakukan transaksi yang kita butuhkan, semisal transfer gaji, transfer transaksi keuangan dan lainnya. Beberapa keterangan dari para ulama mengisyaratkan bolehnya melakukan hal tersebut.

Fatwa ahli hadis abad ini, Muhammad Nasiruddin Al-Albani rahimahullah. Dalam program Silsilatul Huda wan Nur, beliau ditanya:
Terkait gaji beberapa pegawai yang diambil melalui bank, apakah gaji pegawai ini haram, karena termasuk harta riba?

Beliau memberikan jawaban: Saya tidak menganggap hal itu (gaji mereka termasuk riba). Karena yang saya tahu, mereka tidak melakukan hal itu karena keinginan mereka, tapi sebagai aturan yang wajib mereka ikuti. Yang penting gaji itu sampai kepada pegawai dengan jalan yang halal. Akan tetapi jika gaji itu harus melalui fase yang tidak halal, seperti ditabung dulu di bank maka itu di luar tanggung jawab pegawai, namun dia harus berusaha untuk mengambil uang tersebut sesegera mungkin. (Silsilah Huda wan Nur, rekaman no.387).

Keterangan beliau ini juga diaminkan oleh Lajnah Daimah. Pada kasus pertanyaan yang sama, mereka Lajnah menegaskan:

Tidak masalah mengambil gaji yang ditransfer melalui bank. Karena pegawai ini mengambil gaji sebagai imbalan dari pekerjaan yang dia lakukan, yang tidak ada kaitannya dengan bank. Akan tetapi dengan syarat, jangan sampai dia tinggalkan di bank untuk dibungakan, setelah gaji itu ditransfer ke rekening pegawai. (Fatawa Lajnah, no.16501)

Jadi anda boleh memanfaatkan fasilitas dari bank untuk kepentingan transaksi anda tetapi janganlah menabung di Bank Konvensional dikarenakan riba sangat besar dosanya. Tentu kita semua tidak ingin memiliki dosa besar bukan, sehingga dapat terseret masuk ke panasnya api neraka.

Lalu bagaimana caranya agar kita menyimpan uang kita? Banyak cara untuk menyimpan uang kita tanpa harus melakukan riba, diantaranya menabung ke bank syariah, membeli saham, membeli tanah ataupun menabung dalam emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *