Membebaskan diri dari penguasaan orang lain

Iman yang telah merasuk kedalam hati membuahkan kebajikan bagi pemiliknya. Mereka yang menghayati dan mengalaminya insya Allah merasakan kenikmatan lebih besar daripada yang dapat diungkapkan dengan kata kata. Diantara buah dari iman adalah membebaskan diri dari penguasaan orang lain.

Orang mukmin percaya dan yakin bahwa Allah adalah zat yang berkuasa menurunkan keselamatan dan bahaya. Seseorang yang betapa pun tinggi pangkatnya atau luas dan besar pengaruhnya. tidak dapat mempengaruhi kehendak Allah, ba9k mendatangkan kebaikan ataupun bencana. Kita harus meyakini kebenaran firman Allah di dalam surat Yunus ayat 106-107 yang artinya

” Dan jaganlah sekali kali kamu menyembah selain Allah, apa apa yang tidak memberi manfaat dan bencana bagimu. Jika kamu berbuat yang demikian, sudah tentu kamu termasuk orang orang yang zalim dan jika Allah menimpakan bencana padamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya, kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karunianya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang dikehendakinya di antara hamba hambanya. Dan dialah yang maha pengampun dan penyayang.”

Orang yang sudah bebas dari pengaruh dan penguasaan orang lain akan merasa bebas menentukan langkah menuju cita cita yang luhur tanpa merasa terhalang, meski aral terbentang di mukanya. Dia akan bersandar kepada Allah saja dalam usahanya menuju kebaikan, kemajuan dan kebahagiaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *